PT Liga Indonesia menyerahkan keinginan klub-klub dari Liga Primer
Indonesia (IPL) bergabung ke Liga Super Indonesia (ISL) kepada pengurus
PSSI dan para anggotanya.
PT Liga sebagai pengelola ISL yang
berada di bawah naungan PSSI versi La Nyalla Mattalitti menanggapi rumor
bergabungnya sejumlah klub IPL ke ISL untuk musim depan, yang akan
mulai bergulir di bulan November.
“Kita akan bicarakan dulu masalah ini dengan klub, tetapi bukan
pengambilan keputusan,” ujar CEO PT Liga, Djoko Driono, Selasa (4/9/12),
saat ditanya soal rencana migrasi klub-klub IPL ke ISL.
Menurut Djoko, hal itu akan dilakukan pada pertemuan antara PT Liga
dengan klub-klub peserta pada pekan kedua atau ketiga bulan September
ini.
“Kalau dari liga hanya memberikan pertimbangan teknis,
sementara masalah pengangkatan itu masalah organisatoris. Sementara
dalam statuta sudah ditegaskan bahwa jumlah peserta ISL ada 18 klub,
sehingga (perubahan jumlah peserta) harus diputuskan oleh anggota lewat
Kongres,” ia menjelaskan.
CEO kemudian mengatakan, skema
terbaik adalah memasukkan klub-klub tersebut ke Divisi Utama, yang masih
menyisakan banyak tempat akibat konflik dualisme liga musim lalu.
“Kalau DU lebih fleksibel karena kita punya kuota maksimal 44 klub, (musim) lalu jumlah peserta baru 22,” katanya.
Namun Djoko menolak menyebutkan nama-nama klub IPL yang merapat ke ISL.
“Kami tidak mau dianggap seolah-olah kami yang merayu mereka, jadi
lebih baik tanyakan langsung kepada klub-klub yang bersangkutan,”
ujarnya sembari tersenyum.
Rumor yang beredar menyebutkan bahwa
Semen Padang dan Persijap Jepara adalah yang paling serius berniat
pindah, meski ‘Kabau Sirah’ sudah mengeluarkan bantahan.
“Kita akan bicarakan dulu masalah ini dengan klub, tetapi bukan pengambilan keputusan,” ujar CEO PT Liga, Djoko Driono, Selasa (4/9/12), saat ditanya soal rencana migrasi klub-klub IPL ke ISL.
Menurut Djoko, hal itu akan dilakukan pada pertemuan antara PT Liga dengan klub-klub peserta pada pekan kedua atau ketiga bulan September ini.
“Kalau dari liga hanya memberikan pertimbangan teknis, sementara masalah pengangkatan itu masalah organisatoris. Sementara dalam statuta sudah ditegaskan bahwa jumlah peserta ISL ada 18 klub, sehingga (perubahan jumlah peserta) harus diputuskan oleh anggota lewat Kongres,” ia menjelaskan.
CEO kemudian mengatakan, skema terbaik adalah memasukkan klub-klub tersebut ke Divisi Utama, yang masih menyisakan banyak tempat akibat konflik dualisme liga musim lalu.
“Kalau DU lebih fleksibel karena kita punya kuota maksimal 44 klub, (musim) lalu jumlah peserta baru 22,” katanya.
Namun Djoko menolak menyebutkan nama-nama klub IPL yang merapat ke ISL. “Kami tidak mau dianggap seolah-olah kami yang merayu mereka, jadi lebih baik tanyakan langsung kepada klub-klub yang bersangkutan,” ujarnya sembari tersenyum.
Rumor yang beredar menyebutkan bahwa Semen Padang dan Persijap Jepara adalah yang paling serius berniat pindah, meski ‘Kabau Sirah’ sudah mengeluarkan bantahan.

No comments:
Post a Comment