Thursday, 13 September 2012

Saga Transfer, Arema Bukan Manchester City

Pemain-Pemain Manchester City Melakukan Selebrasi (Foto: Getty Images)Tidak sedikit Aremania yang sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui nama-nama pemain yang bakal direkrut oleh Arema pada kompetisi musim depan. Usai merasakan kelegaan dengan hadirnya 16 pemain baru. Namun belum diketahui tiga pemain lokal plus lima pemain asing yang dirahasiakan oleh manajemen membuat Aremania tetap ketar ketir siapa yang bakal bermain di Arema musim depan.
 ehingga meski sudah mengumumkan pemain lokal, manajemen Arema Indonesia hingga detik ini tidak pernah menyebut lagi siapa pemain yang bakal dikontrak ke media. Sikap tertutup manajamen dan tim pelatih tersebut adalah hal yang wajar dan biasa terjadi di dunia sepakbola, utamanya terkait urusan transfer pemain. Karena itu, media biasanya melakukan pancingan, menarik benang merah hingga kemudian mengambil kesimpulan.Arema bukan Manchester City, bukan saja dari segi ekonomi. Namu soal kebiasaan mengatakan incaran pemain kepada media.Lalu kenapa hal itu terjadi.Kenapa harus tidak dipublikasikan? Hal tersebut dikarenakan apabila salah satu nama pemain yang akan direkrut bocor ke media -pemain A, misalnya- maka klub asal pamain A ini akan bersikap jual mahal dan menaikkan harga banderol setinggi mungkin kepada klub yang berminat mengontrak pemain A. Sistem transfer di Indonesia memperbolehkan klub peminat langsung mengontak pemain -melalui agen- tanpa harus terlebih dahulu menegosiasikannya dengan klub pemilik. Bahkan, tidak sedikit pemain yang melamar ke klub lain ketika masih terikat kontrak.
Contoh, ketika Arema menyatakan tertarik kepada Bustomi dan Roman. Simak penuturan berikut
"Bustomi terikat kontrak dengan kita selama tiga tahun, Kalau Arema ingin dia, mereka harus bayar ke kita" Direktur Operasional Mitra Kukar, Aji Ari Junaidi
 Arema kudu menyesuaikan kondisi keuangan jika ingin mengontrak bintang.Kita bisa saja teriak "Ambil Bustomi, Beto, Hilton, ambil Gustavo". Yang jadi pertanyaan, berapakah nilai kontrak mereka?.Kondisi ini membuat Arema harus benar-benar melihat isi dompet dulu sebelum melakukan deal dengan sang pemain. Meski kadangkala merekrut bintang itu memang mahal namun bisa berimbas cepat ke prestasi klub. Tak jarang juga, prestasi klub tetap biasa saja walaupun bintang terkenal sudah didatangkan
 Pertanyaan yang kedua, apakah pemain-pemain bintang yang banyak digosipkan media sesuai dengan kebutuhan tim dan keinginan tim pelatih? Apakah Hilton Moreira (yang konon digembar-gemborkan bakal ditransfer Sriwijaya) sesuai dengan skema permainan Arema dibawah pelatih Paulo Camargo?
Pertanyaan yang sama bisa diajukan untuk nama-nama pemain lain, seperti Gumbs, Bustomi, Hamka Hamzah atau Alberto Goncalves. Penilaian kita terhadap pemain A, B, C, atau D bisa jadi berbeda dengan pendapat tim pelatih yang lebih mengerti kondisi dan kebutuhan tim Arema. "Perekrutan pemain asing diserahkan kepada Paulo Camargo," kata Rudi Widodo.
 Kekhawatiran dan ketidaksabaran Aremania untuk mengetahui nama-nama pemain baru Arema salah satunya dikarenakan rasa khawatir atau takut apabila pemain-pemain "bintang" yang selama ini digosipkan akan direkut Arema kemudian lepas atau batal direkrut.
Siapa yang tidak ingin melihat pemain-pemain sekelas Roman dan Bustomi berbaju biru Arema lagi? Meskipun faktanya Arema belum pernah merilis pernyataan resmi mengincar pemain-pemain tersebut, karena sekali lagi, nama-nama pemain yang diisukan akan direkrut Arema masih sebatas rumor atau gosip transfer.
Hal tersebut di atas jamak terjadi di dunia transfer pemain sepakbola. Jangankan Arema, Manchester City -dengan kekuatan finansialnya saat ini- pun sempat digosipkan bakal merekrut Kaka, van Persie, dan Cristiano Ronaldo. Namanya juga gosip, makin digosok makin siip
Nah begitupula dengan manajemen, tidak segera mengumumkan pemain (misalnya tiga pemain lokal yang sudah deal) dikarenakan pemain tersebut takut gagal direkrut meski sudah diumumkan. Kondisi mental Indonesia masih belum siap menerima kenyataan seperti kegagalan Juventus mendatangkan Edin Dzeko meski sudah diberitakan di media.
 Kekhawatiran Aremania adalah hal yang wajar, karena merupakan wujud kecintaan kepada tim Singo Edan Arema. Dengan tetap berharap manajemen bisa bergerak cepat untuk mendapatkan pemain yang direkomendasikan pelatih, kita serahkan perekrutan pemain baru kepada manajemen dan tim pelatih Arema
Karena mereka-lah yang mengetahui seluk beluk transfer pemain di Indonesia, dan tentu saja siapa-siapa pemain yang memang cocok dan dibutuhkan oleh tim saat ini. Apabila nantinya ada pemain baru yang sudah pasti direkrut oleh Arema, kita dukung bersama demi keutuhan dan prestasi tim Arema. Toh, sebelumnya juga hampir tidak ada yang mengenal nama Alfarizi, Benny Wahyudi, Dendi Santoso dan Kurnia Meiga sebelum bermain di Arema bukan?
Salah satu rekan ayas yang lama malang melintang dan makan asam garam di dunia persepakbolaan nasional pernah berpesan, "Cintailah klub, bukan pemain. Pemain akan datang dan pergi silih berganti, tetapi kecintaan kepada klub tidak akan pergi."
Tetapi yang perlu dicatat manajemen adalah, pecinta pemain atau jamak disebut pemainmania lebih memberikan kontribusi di stadion selama 4 tahun terakhir. Tetapi lebih berkontribusi lagi jika tanpa pemain mahal Arema tetap berprestasi musim depan.

No comments:

Post a Comment

CARA DAFTAR GOJEK 2017

Cara Daftar Gojek  – Banyak yang bertanya-tanya bagaimana cara menjadi Driver GO-JEK kepada admin Keposiasi. Apalagi layanan ojek berbasis ...