Seperti yang diberitakan sebelumnya, negosiasi Arema ISL dengan
Muhammad Ridhuan berlangsung kemarin, Selasa (11/09). Pembicaraan
satu-satunya pemain asing yang dipertahankan dengan manajemen itu
nampaknya berlangsung alot. Sehingga dikabarkan belum menemui kata
sepakat.
Ridhuan yang dikonfirmasi oleh awak media yang
menunggunya untuk mengetahui perkembangan negosiasi hanya menjawab
singkat, “Kalo soal itu, tanyakan kepada manajemen saja,” urai pemain
yang musim lalu itu memakai nomor 8.
Direktur Arema ISL Ruddy Widodo mengatakan jika sebenarnya tujuan utama
pertemuan manajemen dengan Ridhuan adalah mengadakan silaturahmi.
“Mumpung masih dalam suasana bulan Syawal, maka kita saling mema’afkan
antar sesama,” kata pengusaha Travel itu.
Namun, terus didesak
tentang negosiasi yang terjadi antara manajamen dan Ridhuan membuat
Ruddy mengaku. “Tadi sudah sempat melakukan pembicaraan terkait dengan
kontrak, masing-masing dari Ridhuan dan Arema mengajukan nilai kontrak,
semuanya masih dihitung dan kebetulan saja tadi masih belum cocok,”
urainya.
Agaknya, tingginya permintaan yang diajukan oleh
Ridhuan dengan kemampuan manajemen dalam melakukan kontrak disinyalir
menjadi alasan buntunya nego. Ridhuan yang selama paruh musim lalu
dikontrak Rp300 juta untuk setengah musim menginginkan nilainya naik
menjadi Rp900 juta untuk menghadapi musim 2011/12.
Namun bukan
berarti negosiasi berhenti begitu saja. Ruddy menambahkan jika
komunikasi Arema dengan Ridhuan bakal terus ditingkatkan. Sebab dari
Ridhuan dan manajemen masih sama-sama membutuhkan. “Saya masih ingin
berada di Arema, atmosfer tim ini sangat luar biasa. Dan saya ingin
terus menjadi bagian Arema,” ungkap Ridhuan.
Direktur Arema ISL Ruddy Widodo mengatakan jika sebenarnya tujuan utama pertemuan manajemen dengan Ridhuan adalah mengadakan silaturahmi. “Mumpung masih dalam suasana bulan Syawal, maka kita saling mema’afkan antar sesama,” kata pengusaha Travel itu.
Namun, terus didesak tentang negosiasi yang terjadi antara manajamen dan Ridhuan membuat Ruddy mengaku. “Tadi sudah sempat melakukan pembicaraan terkait dengan kontrak, masing-masing dari Ridhuan dan Arema mengajukan nilai kontrak, semuanya masih dihitung dan kebetulan saja tadi masih belum cocok,” urainya.
Agaknya, tingginya permintaan yang diajukan oleh Ridhuan dengan kemampuan manajemen dalam melakukan kontrak disinyalir menjadi alasan buntunya nego. Ridhuan yang selama paruh musim lalu dikontrak Rp300 juta untuk setengah musim menginginkan nilainya naik menjadi Rp900 juta untuk menghadapi musim 2011/12.
Namun bukan berarti negosiasi berhenti begitu saja. Ruddy menambahkan jika komunikasi Arema dengan Ridhuan bakal terus ditingkatkan. Sebab dari Ridhuan dan manajemen masih sama-sama membutuhkan. “Saya masih ingin berada di Arema, atmosfer tim ini sangat luar biasa. Dan saya ingin terus menjadi bagian Arema,” ungkap Ridhuan.

No comments:
Post a Comment